Tampilkan postingan dengan label kepalsuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepalsuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

kepalsuan sang penari

masih terpasang rapi disini
masih terekat erat disini
senyum dari bibir yang ceria,
pipi yang bersemu merah cantik
mata yang menyipit ramah
wangi aroma kostumnya...
alunan musik nan indah untuk semua...
ya, hanya untuk semua
bukan untuk pemiliknya sendiri.
pemiliknya meratap tangis tak ada yang mendengar
pemiliknya menahan sakit tak ada yg tahu
sampai kapan pentas ini selesai? masihkah panjang durasinya?
sampai kapan lakon ini harus dijaga?
supaya panggungnya tetap riuh dengan semua suara penonton yang memuja
inilah lakon sang penari
berlenggak lenggok di atas pentas dengan rancak
meski sebenarnya dia tak mau melakoninya
tapi semua terpaksa, agar tak ada penonton yang kecewa....

note : Terkadang dalam hidup, kita dihadapkan pada pilihan spt tulisan di atas, berpura-pura semua baik agar tidak ada yg kecewa, meski kita harus menanggung 'sakit' itu seorang diri.
Diambil dari salah satu kumpulan puisi amburadol saya. hehehe